Tanaman Hias

Kita tahu tanaman hias adalah sebagai penghijau dirumah kita dan mempercantik interior bahkan eksterior rumah kita. Tapi tahukah anda, ada jenis tanaman tertentu yang berguna sebagai pembersih udara dalam hal ini sebagai peresap bahan polutan yang dapat membahayakan kesehatan anda.

Tanaman Sayuran dan Buah-buahan

Menanam sayuran organik dan tanaman herbal di pekarangan rumah tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sayuran segar dan sehat untuk keluarga sendiri.

Tanaman Organik

Tanaman organik dengan Bibit agen pupuk organik

Tanaman Industri

Jati Ungggul Situbondo salah satu contoh tanaman Industri

Tanaman Rempah

Daun Seledri ini salah satu tanaman rempah-rempah yang sangat digemari pengembangbiakanya oleh masyarakat pandaisikek, Pada awalnya seledri ini cuma di tanam dilahan yang cukup banyak air atau lahan gambut.

Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat. Tampilkan semua postingan

Rabu

Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat

Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat

Anda mungkin selama ini berpendapat bahwa buah pepaya adalah buah kampung, buah yang sepele, buah yang nggak bermanfaat kecuali membuat perut kenyang saja. Memang benar pepaya adalah buah yang sederhana, murah meriah, mudah didapat di mana-mana, bisa didapat kapan saja karena tidak kenal musim. Namun salah kalau pepaya dikatakan sebagai buah yang sepele dan nggak bermanfaat. 

Taukah anda bahwa di balik kesederhanaan, kemurah-meriahannya, dan kemudahan mendapatkannya,ternyata buah pepaya menyimpan begitu banyak manfaat bagi kesehatan tubuh anda? Anda penasaran, ingin tahu apa saja sih manfaat buah pepaya? Yap, pastikan anda membaca artikel ini sampai habis.

Inilah sebagian dari manfaat buah pepaya yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh anda:

Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Taukah anda bahwa pepaya mengandung vitamin A dalam jumlah yang lebih banyak daripada wortel, dan mengandung vitamin C yang lebih banyak daripada jeruk. Pepaya juga kaya akan vitamin B kompleks dan vitamin E.

Buah pepaya mengandung enzim papain yang sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerna protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.

Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi julah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.

Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna. Tekanan darah tinggi, susah buang air besar, radang sendi, epilepsi dan kencing manis merupakan penyakit-penyakit yang muncul karena proses pencernaan makanan yang tidak sempurna. Papain tidak selalu dapat mencegahnya, namun setidaknya dapat meminimalkan efek negatif yang muncul. Yang jelas papain dapat membantu mewujudkan proses pencenaan makanan yang lebih baik.

Masih ada lagi manfaat lainnya dari buah pepaya. Maka tunggu kelanjutan dari postingan ini.

Bagaimana, anda tertarik untuk mengkonsumsi buah pepaya? Atau anda punya tanggapan tentang buah pepaya? Tuliskan tanggapan anda di kotak komentar di bawah ini.

Buah Pepaya Yang Kaya Manfaat
Ini adalah kegunaan lain dari papain selain yang sudah disebutkan pada tulisan sebelumnya, yaitu berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan..

Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.

Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.

Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.

Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil, bila ingin mendapatkan khasiat pepaya, makanlah buah yang sudah matang saja.

Dengan begitu banyaknya akan manfaat buah pepaya, dan begitu mudahnya buah pepaya didapat, serta begitu murahnya buah pepaya, maka suatu yang sangat tepat jika anda menyukai untuk mengkonsumsi buah pepaya. Bagaimana, anda tertarik untuk mulai menyukai buah pepaya??

Referensi:
Sumber: human health

Minggu

Rahasia Obat dari Buah Rambutan

Berkah buat negeri ini adalah tanaman dan tanaman apapun ada disini dan semua buah unik didunia ada disini, boleh dibilang Indonesia adalah tanah syurga. Ketika memasuki musim buah buahan penduduk negeri ini selalu bisa menikmati hasil kekayaan alam berupa buah buahan, mulai dari rambutan, duku, durian, mangga, manggis, ketela ungu, cempedak, sirsak, pisang kepok, pisang ambon, matoa, kopi, nangka, sirsak dan banyak lagi yang kesemua tanaman buah itu bisa dinikmati secara langsung maupun harus dioleh dulu.



Rahasia Obat dari Buah Rambutan
Rambutan yang banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm. Rambutan merupakan tanaman dataran rendah, hingga ketinggian 300--600 m dpl. Pohon dengan tinggi 15-25 m ini mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2--4 pasang.

Anak daun bulat lonjong, panjang 7,5--20 cm, lebar 3,5--8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong, panjang 4--5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku.

Kulit buahnya berwarna hijau, dan menjadi kuning atau merah kalau sudah masak. Dinding buah tebal. Biji bentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak
mengandung air, rasanya bervariasi dari masam sampai manis. Kulit biji tipis berkayu. Rambutan berbunga pada akhir musim kemarau dan membentuk buah pada musim hujan, sekitar November sampai Februari. Ada banyak jenis rambutan, seperti ropiah, simacan, sinyonya, lebakbulus, dan binjei. Perbanyakan dengan biji, tempelan tunas, atau dicangkok.

Nama dan sebutan lokal rambutan :

Di daerah Sumatera: rambutan, rambot, rambut, rambuteun, rambuta, jailan, folui, bairabit, puru biancak, p. biawak, hahujam, kakapas, likis, takujung alu.
Di Jawa: rambutan, corogol, tundun, bunglon, buwa buluwan.
Nusa Tenggara: buluan, rambuta. Kalimantan: rambutan, siban, banamon, beriti, sanggalaong, sagalong, beliti, malit;, kayokan, bengayau, puson.
Sulawesi: rambutan, rambuta, rambusa, barangkasa, bolangat, balatu, balatung, walatu, wayatu, wilatu, wulangas, lelamu, lelamun, toleang.
Maluku: rambutan, rambuta.Nama asing Shao tzu (C), rambutan (Tag), ramboutan (P), ramustan (Spanyol). 
NAMA SIMPLISIA Nephelii lappacei Semen (biji rambutan). Nephelii lappacei Pericarpium (kulit buah rambutan).

Manfaat rambutan adalah :

Kulit buah berkhasiat sebagai penurun panas.
Biji berkhasiat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).Bagian tanaman yang digunakan :

Bagian tanaman yang digunakan adalah kulit buah, kulit kayu, daun, biji, dan akarnya.
Kulit buah digunakan untuk mengatasi: disentri, demam.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi: sariawan.
Daun digunakan untuk mengatasi: diare, menghitamkan rambut.
Akar digunakan untuk mengatasi: demam.
Biji digunakan untuk mengatasi: kencing manis (diabetes melitus).Cara pengolahannya :

Untuk obat yang diminum, tidak ada dosis rekomendasi.
Untuk pemakaian luar, giling daun sampai halus, lalu tambahkan sedikit air.
Gunakan air perasannya untuk menghitamkan rambut yang beruban.Cara memanfaat rambutan sebagai obat :

Disentri
Cuci kulit buah rambutan (10 buah), potong-potong seperlunya. Tambahkan tiga gelas minum air bersih, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah ,dingin, saring dan minum sehari dua kali, masingmasing tiga perempat gelas.

Demam
Cuci kulit buah rambutan yang telah dikeringkan (15 g). Tambahkan tiga gelas air bersih, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing sepertiga bagian. 

Menghitamkan rambut beruban
Cuci daun rambutan secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air sambil diaduk merata sampai menjadi adonan seperti bubur. Peras dan saring dengan sepotong kain. Gunakan air yang terkumpul untuk membasahi rambut kepala. Lakukan setiap hari sampai terlihat hasilnya.

Kencing manis
Gongseng biji rambutan (lima biji), lalu giling sampai menjadi serbuk. Seduh dengan satu cangkir air panas. Setelah dingin, minum airnya sekaligus. Lakukan 1--2 kali sehari.

Sariawan
Cuci kulit kayu rambutan (tiga ruas jari), lalu rebus dengan dua gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat .

Komposisi :
Buah mengandung karbohidrat, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, dan vitamin C. Kulit buah mengandung tanin dan saponin. Biji mengandung lemak dan polifenol. Daun mengandung tanin dan saponin. Kulit batang mengandung tanin, saponin, flavonoida, pectic substances, dan zat besi.

Selasa

Tanaman obat keluarga

Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.

Sejarah

clip_image001Tanaman obat dari Cina.

Mesir kuno

Pada zaman Mesir kuno (Tahun 2500 Sebelum Masehi), para budak diberi ransum bawang untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu. Sejak itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuno. Sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya tercantum dalam (Papyrus Ehers). Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan herbal.

Yunani kuno

Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466 Sebelum Masehi), Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal. Mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.

Cina

Tanaman obat di Cina berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu. Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

Inggris

Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biara memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritual mereka. Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat dilakukan.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis mengenai tanaman obat dari berbagai tanaman. Nicholas Culpepper ( 1616-1654 ) dengan karyanya yang paling terkenal yaitu The Complete Herbal and English Physician, Enlarged, diterbitkan pada tahun 1649. Pada tahun 1812, Henry Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah. Sejak saat itu banyak sekali pengetahuan tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, sehingga Potter terdorong untuk menulis kembali bukunya Potter’s Encyclopaedia of Botanical Drug and Preparatians, yang sampai saat inipun masih diterbitkan. Tahun 1864, National Association of Medical Herbalists didirikan dengan tujuan mengorganisir pelatihan para praktisi pengobatan secara tradisional, serta mempertahankan standar-standar praktek pengobatan.

Indonesia

Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus Malabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Pemanfaatan Tanaman Obat (TOGA)

Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.

Daun

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Daun dewa (Gynura Segetum)

Mengobati muntah darah dan payudara bengkak

2.

Seledri

Mengobati tekanan darah tinggi

3.

Belimbing

Mengobati tekanan darah tinggi

4.

Kelor

Mengobati panas dalam dan demam

5.

Daun bayam duri

Mengobati kurang darah

6.

Kangkung

Mengobati insomnia

7.

Saga (Abrus precatorius)

Mengobati batuk dan sariawan

8.

Pacar cina (Aglaiae ordorota Lour)

Mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)

9.

Landep (Barleriae prionitis L.)

Mengobati rematik

10.

Miana (Coleus atropurpureus Bentham)

Mengobati wasir

11.

Pepaya (Carica papaya L.)

Mengobati demam dan disentri

12.

Jintan (Trachyspermum roxburghianum syn. Carum roxburghianum)

Mengobati batuk, mules, dan sariawan

13.

Pegagan (Cantella asiatica Urban)

Mengobati sariawan dan bersifat astringensia (mampu membasmi bakteri)

14.

Blustru (Luffa cylindrice Roem)

Bersifat diuretik (peluruh air seni)

15.

Kemuning (Murrayae paniculata Jack)

Mengobati penyakit gonorrhoe

16.

Murbei (Morus indica Rumph)

Bersifat diuretik

17.

Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth)

Bersifat diuretik

18.

Sirih (Chavica betle L.)

Mengobati batuk, antiseptika (membunuh mikroorganisme berbahaya), dan obat kumur

19.

Randu (Ceiba pentandra Gaerth)

Sebagai obat mencret dan kumur

20.

Salam (Eugenia polyantha Wight)

Bersifat astringensia

21.

Jambu biji (Psidium guajava L.)

Mengobati mencret

Batang

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Kayu manis (Cinnamomum burmanii)

Mengobati penyakit batuk dan sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung

2.

Dadap ayam (Erythrina varigata Linn.Var.orientalis)

Mengobati asma

3.

Pulasari (Alyxia stellata Roem)

Obat perut kembung

4.

Brotawali (Tonospora rumphii Boerl)

Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis, dan diabetes

5.

Kemukus (Piper cubeba L.)

Obat radang selaput lendir saluran kemih

6.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur

7.

Delima (Punice granatum L.)

Sebagai anti cacing pita (obat antelmentika)

Buah

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)

Mengobati penyakit demam, batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil

2.

Cabai merah (Capsicum annuum L.)

Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin

3.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)

Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak

4.

Mengkudu (Morinda citrifolia)

Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever, sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit

5.

Kemukus (Piper cubeba L.)

Obat radang selaput lendir saluran kemih

6.

Kapulaga (Elettaria cardamomum Maton) dan ketumbar (Coriandrum sativum L.)

Obat antikembung

Biji

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Kecubung (Datura metel)

Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun

2.

Kapur barus (Dryobalanops aromatica Gaertn.)

Mengobati gangguan pencernaan

3.

Pinang (Areca catecha L.)

Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita

4.

Kedawung (Parkia biglobosa Bentham)

Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia

5.

Pala (Myristica)

Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat pernapasan

6.

Jamblang (Eugenia cumini Merr)

Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

Akar

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Pepaya (Carica papaya L.)

Obat cacing

2.

Aren (Arenga pinnata Merril)

Obat diuretik

3.

Pule pandak (Rauwolfia serpentina Benth)

Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik, seperti tekanan darah tinggi

Umbi atau rimpang

No.

Nama Tanaman

Khasiat dan Manfaat

1.

Bangle (Zingiber purpureum Roxb.)

Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh

2.

Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot

3.

Kencur (Kaempferia galanga L.)

Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak

4.

Kunyit (Curcuma domestica Val.)

Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang

5.

Lempuyang (Zingiber zerumbet)

Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare

6.

Lengkuas (Languas galanga L.Stunzt)

Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri

7.

Temu giring (Curcuma heynaena Val.)

Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh

8.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu

9.

Temu hitam (Curcuma aeroginosa Roxb.)

obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah

10.

Alang-alang (Imperata cylindrica Beav.)

Obat untuk memperlancar air seni (diuretik

Faktor peningkatan penggunaan tanaman obat

Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal, sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
  2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.
  3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya, pembuatan obat–obatan pabrik menggunakan rumus kimia yang telah disentetis dari kandungan bahan alami ramuan tradisional.

Perawatan tanaman obat

Tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah tidak memerlukan perawatan khusus, baik sebagai bumbu dapur atau bahan obat. Perlakuan khusus dalam budi daya tanaman obat dilakukan dalam skala usaha, dengan tujuan untuk memperoleh kualitas dan kuantitas hasil yang optimum. Kegiatan pemupukan dan pengandalian hama penyakit tanaman perlu dilakukan. Kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan kimiawi yang terkandung dalam pupuk atau pestisida. Pemakaian bahan kimiawi dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air, dan yang paling berbahaya residu yang dihasilkan akan terakumulasi dalam produk tanaman yang dihasilkan. Untuk itu, perlu diperkenalkan sistem budi daya yang tidak tergantung pada bahan-bahan kimia. Sistem ini dikenal dengan istilah pertanian organik. Dalam budi daya tanaman obat dapat dimanfaatkan pupuk organik untuk menambah unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik yang digunakan di antaranya adalah pupuk kandang, bokhasi, kompos, humus, sampah dapur, dan serasah daun. Selain itu, sebagai bahan pengendali hama penyakit tanaman, dapat dimanfaatkan pestisida alami yang terdapat di sekitar rumah, seperti tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana, dan daun tembakau.

Sumber : Wikipedia

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Mita Bibit