Tanaman Hias

Kita tahu tanaman hias adalah sebagai penghijau dirumah kita dan mempercantik interior bahkan eksterior rumah kita. Tapi tahukah anda, ada jenis tanaman tertentu yang berguna sebagai pembersih udara dalam hal ini sebagai peresap bahan polutan yang dapat membahayakan kesehatan anda.

Tanaman Sayuran dan Buah-buahan

Menanam sayuran organik dan tanaman herbal di pekarangan rumah tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sayuran segar dan sehat untuk keluarga sendiri.

Tanaman Organik

Tanaman organik dengan Bibit agen pupuk organik

Tanaman Industri

Jati Ungggul Situbondo salah satu contoh tanaman Industri

Tanaman Rempah

Daun Seledri ini salah satu tanaman rempah-rempah yang sangat digemari pengembangbiakanya oleh masyarakat pandaisikek, Pada awalnya seledri ini cuma di tanam dilahan yang cukup banyak air atau lahan gambut.

Tampilkan postingan dengan label Tanaman Rempah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Rempah. Tampilkan semua postingan

Kamis

Cara Budidaya Tanaman Jahe

tanaman jahe
Tanam Jahe (Zingiber officinale) merupakan batang semu yang telah banyak di kembangkan oleh petani karena mempunyai manfaat dan potensi permintaan pasar yang baik.

Ada banyak nama Jahe di Indonesia berdasarkan daerah :  beeuing (Gayo),  halia (Aceh), sipodeh (Minangkabau), bahing (Batak Karo),  jahi (Lampung), jhai (Madura),  jae (Jawa dan Bali),  melito (Gorontalo), jahe (Sunda), geraka (Ternate),Pedas padi ( Di sebagian daerah di sumatera selatan orang menyebutnya ), jae (Jawa),  jhai (Madura), pese (Bugis), dan  lali (Irian), dan masih banyak lagi di aderah mananya untuk tanaman jahe ini.

Berikut ini sekilas  tentang budidaya tanaman Jahe :

Anggaran dana tanam jahe

Sebelum memulai untuk menanam Jahe sebaiknya kalkulasi secara matang seberapa besar investasi yang di tanam untuk budidaya jahe agar dapat mengetahui laba rugi setalah masa panen.

Persiapan bibitan Jahe

Syarat memilih bibit jahe tang baik untuk di tanam :
-         Tanaman jahe yang sudah tua yang di tandai tajuk kering sekitar ber umur 9 sampai dengan 10 bulan
-         Rimpang Jahe yang segar,tidak ada tanda bibit penyakit atau pembusukan
-         Kulit rimpang tidak lecet atau memar akibat galian
-         Pilih Rimpang yang besar dan subur
-         Untuk rimpang atau ambi jahe ambil 2 sampai 5 mata tunas yang beratnya sekiatar 20 sampai dengan 40 gram untuk Jahe putih dan jahe merah sedangkan untuk Jahe gajah tetap pakai seperti di atas mata tunas dengn kompisi berat 1 rimpang atau umbi jahe sekiatar 25 gram dampa dengan 60 gram.

Metode penyemaian bibit jahe ada dua macam yang sering di lakukan :
  • Metode pakai peti kayu
Sebelumnya masukan rimpang atau umbi jahe ke larutan kental abu dapur atau dapat juga  ditambah fungisida Dithane M 45 atau Benlate Setelah itu Rimpang atau umbi jahe seperti di atas masukan dalam kotak peti kayu yang dasar bubuk gergaji atau sekam padi di bagaian atas tuutp lagi dengan media itu sampai rimpang tidak kelihatan,usahakan udara sekitar kotak peti kayu terjadi pergantian masuk dengan tetap di siram secara teratur untuk menjaga kelembaban tunggu paling lama 4 minggu rimpang sudah tumbuh dan siap di semai ke lahan.
  • Metode bedengan tanah
Sistem bedengan hampir sama dengan cara memakai peti kayu Cuma yang membedakan sdikit mekai jerami tetapi dapat juga pakai media di atas,serta sangat di haruskan memkai atap atas pakai jemari agar sinar matahari tidak masuk secara langsung ke bedengan ini memungkin kan untuk menjaga kelembaban dari bedengan yang tentunya harus di siram setiap hari secara teratur.

Persiapan lahan dan penanaman Jahe

Untuk masalah persiapan lahan sebaiknya di bersihkan serat di cangkul menjadi gembur lalau di buat bedengan dengan ketingian maksimal bedengan 30 cm untuk lebar sekitar 70 cm sampai dengan 100 cm sedangkan panjang di sesuaikan dengan kondisi lahan yang di buka.Ph tanah yang ideal untuk tanaman Jahe ph 6 sampai ph 7 untung menjaga keseimbangan kadar asam tanah sebaiknya di adakan pengapuran lahan.setelah di persiapkn semua masuk ke fase penanaman yang di ambil dari semaian dengan jarak tanam sekitar 40 cm sampai dengan 80 cm tergantung jenis Jahe yang di tanam

Perawatan dan pemeliharaan tanaman Jahe

Pada fase ini setalah tertanam jahe di lahan lakukan secara teratur adalah:
-         Penyiangan dan pembersihan gulma
-         Penyiraman secara teratur pada tanaman jahe karena termasuk banyak mengkonsumsikadar Air untuk mendapat rimpang yang besar -besar
-         Pemupukan secara teratur
-         Serta peyemprotan dengan fungisida untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit pada tanaman Jahe
-         Penyulaman pada bibit yang mati atau kerdil
Semua tahapan ini harus sangat di perhatiak secara seksama dan detail karena pada masa ini berhasil dan tidaknaya bididaya tanaman jahe termasuk cara bertanam segi pertanian lainnya.

Masa panen tanaman Jahe

Masa panen tanaman jahe sekitar berumur 8 sampai dengan 10 bulan dari penanaman dari awal seta untuk hasil panen tergantung dari jenis Jahe yang di tanam.Rimpang jahe yang di panen usaha kan jangan sampai memar atau lecet itu akan menurunakan kualitas dari jahe tersebut. Hasil panen Jahe kalau sukses sebagai mana yang telah di jabarkan di atas sekitar 30 ton/hektar bahakn bias lebih.

Pemilihan hasil panen jahe berdasarkan kualitas

Ini sangat di perlukan dalam pelimilihan rimpang yang berdasarkan kualitas rimpang yang baik serta berdasarkan juga besar kecilnya rimpang hasil panen dan tingkat ke cacatan rimpang yang di hasilkan karena hal ini sangat mempengaruhi dari kualitas harga ketika di pasarkan setelah panen.

Demikianlah sekilas cara budidaya tanaman Jahe untuk petani kecil semoga dapat menjadi manfaat bagi petani yang tertarik untuk menanam jahe sebagai pemanfaatan lahan kosong dan tambahan sumber pendapatan keluarga.

Sabtu

Cara Budidaya Tanaman Cengkeh

I. BUDIDAYA TANAMAN CENGKEH

A. Umum
Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa diguakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok. Produksi Cengkeh mempunyal peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatcin pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapotcin Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapaton lainnya untuk Tahun Anggaran 2001, yaitu sekitar Rp. 17,6 Trilyun atau 7,5 % bahkan target untuk Tahun Anggaran 2002, yaitu sekitar Rp. 22,3 Triliun dart Tahun 2003 sebesor 27 triliun dan penerimaan Negara don penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi
Besarnya cukai Rokok Kretek tergantung dan perkembangan produksi Rokok Kretek yang dihasilkan oleh Pabrik Rokok Kretek di Indonesia. Sedangkan produksi Rokok baik kuolitas moupun kuantitasnya akan sangat dipengoruhi oleh ketersediaan pasokon Cengkeh yang merupokan bohon baku utama produksi Rokok Kretek.

B. Persyaratan Tumbuh
- Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andoso.
- Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 – 6,5.
- Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 – 2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 – 34ยบ C kelembaban (RH) 80 – 90 %.
- Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200 – 600 meter diatas permukaan laut (dpl).

C. Penanaman
1. Persiapan Lahan
- Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.
- Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan kedalaman masing – masing berkisar antara 60 – 80 cm (60 X 60 X 60 cm atau 80 X 80 X 80 cm atau 80 X 80 X 60 cm)
- 2 minggu – 1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 – 10 Kg/pohon.
- Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.
2. Jarak Tanam
- Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.
3. Pola Tanam
- Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.
- Pola tanam campuran (polykuntur) dengan system tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/campuran.
- Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.


D. Pemeliharaan Tanaman.
Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.
1. Pengelolaan Lahan dan Tanaman.
Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.
- tanaman cengkeh umur 1 – 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.
- Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.
- Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.
1. Pengaturan Naungan
- Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup, berupa naungan buatan/sementara.
- Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.
2. Penyulaman.
- Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.
- Bibit sulaman yang dignakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.
3. Penyiraman
- Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adnya penyiraman.
- Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.
4. Pemasangan mulsa
- Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.
- Dilakukan menjelang musim kemarau.
5. Pemupukan.
- tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen.
- Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.
- Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.
- Pupuk anorganik berbentuk butiran (Urea, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir menjelang musim hujan.
- Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang dibawah proyeksi tajuk dan 4 lubang tual dibawah tajuk bagi andalam) sedalam 10 – 15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.
- Dosis umum tanaman cengkeh bentuk butiran maupun tablet adalah sebagai berikut :

Dosis Umum Pemupukan Tanaman Cengkeh Muda
Umur
Tanaman
(Tahun) Pupuk Butiran
(kg/pohon/tahun) Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
1 0,06 0,045 0,035 0,035 0,02
2 0,12 0,080 0,075 0,080 0,03
3 0,25 0,15 0,12 0,10 0,04
4 0,40 0,25 0,20 0,15 0,05
5 0,60 0,40 0,40 0,20 0,06
6 0,90 0,60 0,60 0,25 0,08
7 1,25 0,90 0,90 0,30 0,10
8 1,75 1,25 1,10 0,40 0,15
9 2,00 1,50 1,30 0,50 0,20
Keterangan :
Pupuk Butiran diberikan 2 kali/tahun, awal MH dan akhir MH
Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, awal MH
Sumber : Memproduktifkan cengkeh, tanaman tua, tanaman telantar,
Agus Ruhnayat,2002.

Sedangkan dosis pupuk anorganik pada intensifikasi tanaman cengkeh dewasa, sebagai berikut :
Umur
Tanaman
(Tahun Pupuk Butiran
(Kg/pohon/tahun)
Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
10 3,90 0,80 2,00 0,80 0,40
11 4,30 0,80 2,10 0,90 0,40
12 4,70 1,00 2,40 1,00 0,40
13 5,00 1,00 2,60 1,00 0,40
14 5,40 1,00 2,90 1,10 0,40
15 5,80 1,00 3,00 1,10 0,40
16 6,00 1,00 3,00 1,20 0,60
17 6,40 1,20 3,40 1,20 0,60
18 6,70 1,20 3,60 1,30 0,60
19 6,90 1,20 3,80 1,30 0,60
20 7,20 1,20 3,90 1,30 0,60
21 7,50 1,20 4,10 1,30 0,80
22 7,60 1,30 4,20 1,30 0,80
23 7,60 1,30 4,30 1,30 0,80
24 8,00 1,30 4,50 1,60 0,80
25 8,10 1,30 4,60 1,60 0,80
26 8,20 1,30 4,70 1,70 1,00
27 8,40 1,60 4,90 1,70 1,00
28 8,50 1,60 5,00 1,90 1,00
29 8,60 1,60 5,00 1,90 1,00
30 8,80 1,60 5,10 2,00 1,00
> 30 9,10 1,90 5,40 2,10 1,30
Keterangan :
- Pupuk butiran diberikan 2 kali/tahun, yaitu 3-4 bulan
Menjelang pembentukan bakal bunga (awal musim kemarau)
Dan 3 bulan setelah pembentukan bakal bunga.
- Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, yaitu 3 – 4 bulan
Menjelang pembentukan baal bunga.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit.
Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian.
Hama yang umum menyerang tanaman cengkeh adlah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain : Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC), Cacar Daun Cengkeh (CDC), Die back (mati ranting), embun jelaga.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida/fungisida sesuai anjuran.

E. Panen
Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 %. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.
Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya.
Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendeman rendah.

F. Penanganan Bunga Cengkeh
Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai/gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh segera dikeringkan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.
- Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.
- Selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata.
- Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 – 12 %.
- Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3 – 4 hari.


sumber:
Tahun : 2007
Penulis: Dinas Perkebunan
Publisher: Dinas Perkebunan

Tanaman Rempah Indonesia

Indonesia termasuk salah satu negara penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Karena rempah-rempah itu pula lah Indonesia pernah di jajah negara lain. Sebenarnya apa sih yang dimaksud rempah-rempah itu ?

Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau penambah rasa dalam masakan. Rempah-rempah biasanya dibedakan dengan tanaman lain yang digunakan untuk tujuan yang mirip, seperti tanaman obat, sayuran beraroma, dan buah kering.

Rempah-rempah merupakan barang dagangan paling berharga pada zaman prakolonial. Banyak rempah-rempah dulunya digunakan dalam pengobatan, tetapi sekarang ini berkurang.

Rempah-rempah adalah salah satu alasan mengapa penjelajah Portugis Vasco Da Gama mencapai India dan Maluku. Rempah-rempah ini pula yang menyebabkan Belanda kemudian menyusul ke Maluku, sementara Spanyol di bawah pimpinan Columbus telah lebih dahulu mencari jalan ke Timur melalui jalan lain dan akhirnya malah mendarat di benua Amerika.

Tak kenal maka tak sayang, begitu kata pepatah. Barangkali saja banyak disekitar kita tanaman yang berguna namun karena tak mengenal kegunaannya maka menjadi sesuatu yang tak bermanfaat. Karenanya, sekarang mari kita mengenal beberapa tanaman rempah dan obat Indonesia.

Cengkeh
Pala
Kayu manis
Lada
Adas
Kapulaga
Jinten
CENGKEH

Cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras, cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun , tingginya dapat mencapai 20 -30 meter dan cabang-cabangnya cukup lebat. Cabang-cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting-ranting kecil yang mudah patah . Mahkota atau juga lazim disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut.

Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut, rata-rata mempunyai ukuran lebar berkisar 2-3 cm dan panjang daun tanpa tangkai berkisar 7,5 -12,5 cm. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendekserta bertandan. Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu-unguan , kemudian berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh keringakan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri.

Umumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 4-7 tahun. Tumbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di Indonesia , Cengkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Nama Lokal :

Clove (Inggris), Cengkeh (Indonesia, Jawa, Sunda), ; Wunga Lawang (Bali), Cangkih (Lampung), Sake (Nias); Bungeu lawang (Gayo), Cengke (Bugis), Sinke (Flores); Canke (Ujung Pandang), Gomode (Halmahera, Tidore);

PALA

Pohon, tinggi lebih kurang 10 meter, batang tegak, berkayu, warna putih kotor, daun tunggal, bentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing, warna hijau mengkilat. Perbungaan bentuk malai, keluar dari ketiak daun. Bunga jantan berbentuk bola, warna kuning. Biji kecil, bulat telur, selubung biji merah, biji berwarna hitam kecokelatan

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Myristicae Arillus, Macis; Kembang Pala (selubung biji buah) Myristicae Semen; Biji Pala. Myristicae fructus Cortex; Kulit buah Pala.

KAYU MANIS

Pohon tinggi dapat mencapai 15 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, lanset, warna daun muda merah pucat setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, tumbuh di ketiak daun, warna kuning. Buah buni, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Cinnamomi Cortex, Cassia vera; Kayu Manis (Padang), Kayu Manis.

LADA

Tanaman herba tahunan, memanjat. Batang bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, warna hijau kotor. Daun tunggal, bulat telur, pangkal bentuk jantung, ujung runcing, tepi rata, panjang 5-8 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjang 3,5-22 cm, warna hijau. Buah buni, bulat, buah muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Piperis nigri Fructus; Buah Lada hitam. Piperis albae Fructus; Buah Lada putih.

ADAS

Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Tumbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm – 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi.

Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 1 0 em, panj’ ang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Nama Lokal :

Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

KAPULAGA

Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol di pangkal batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA: Amomi Fructus; Buah Kapulaga.

JINTAN PUTIH

Jintan putih (cuminum cyminum) dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk memasak. Disamping itu, biji jintan putih juga digunakan sebagai pelengkap ramuan obat-obatan tradisional. Biji jintan putih memiliki aroma yang harum dan menarik. Jintan putih dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim sejuk, seperti misalnya di daerah india utara dekat kiaki pegunungan himalaya. Di indonesia meskipun dapat tumbuh, tetapi pada umumnya kurang baik. Jintan putih mempunyai batang kayu dan daunnya bersusun melingkar dan bertumpuk. Daun jintan putih mempunyai pelepah daun seperti ranting-ranting kecil. Bentukdaun jintan putih tidak berwujud lembaran, tetapi lebih mirip benang-benang kaku dan pendek. Warna dominan tumbuhan ini hijau dan bunganya berukuran kecil berwarna kuning tua ditopang oleh tangkai yang agak panjang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Mita Bibit