Tanaman Hias

Kita tahu tanaman hias adalah sebagai penghijau dirumah kita dan mempercantik interior bahkan eksterior rumah kita. Tapi tahukah anda, ada jenis tanaman tertentu yang berguna sebagai pembersih udara dalam hal ini sebagai peresap bahan polutan yang dapat membahayakan kesehatan anda.

Tanaman Sayuran dan Buah-buahan

Menanam sayuran organik dan tanaman herbal di pekarangan rumah tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan sayuran segar dan sehat untuk keluarga sendiri.

Tanaman Organik

Tanaman organik dengan Bibit agen pupuk organik

Tanaman Industri

Jati Ungggul Situbondo salah satu contoh tanaman Industri

Tanaman Rempah

Daun Seledri ini salah satu tanaman rempah-rempah yang sangat digemari pengembangbiakanya oleh masyarakat pandaisikek, Pada awalnya seledri ini cuma di tanam dilahan yang cukup banyak air atau lahan gambut.

Kamis

MENANAM SAYURAN ORGANIK DALAM POT

Hampir setiap hari kita mengkonsumsi sayuran, beberapa jenis sayuran dapat kita makan tanpa dimasak, misalnya terong, tomat, dan cabai. Tanpa kita sadari berbagai sayuran yang kita konsumsi sebenarnya mengandung racun kimia, racun itu berasal dari pestisida, herbisida, fungisida, bakterisida dan pupuk kimia yang diaplikasikan dalam proses produksi sayuran tersebut.

Agar kesehatan tubuh terjaga sebaiknya kita mengkonsumsi sayuran organik, yaitu sayuran yang diproduksi tanpa aplikasi bahan kimia. Sayuran organik dapat kita budidayakan sendiri, jenis sayuran yang dapat dibudidayakan adalah yang sesuai dengan iklim di tempat tinggal kita. Berikut ini adalah cara sederhana membudidayakan sayuran organik untuk konsumsi sendiri.

A. GUNAKAN PUPUK ORGANIK.

Pupuk organik dapat dibeli di toko pertanian atau dibuat sendiri. Cara untuk membuat sendiri pupuk organik adalah sebagai berikut :

1. Pembuatan Bakteri 1

Bahan :

1. Berbagai jenis buah-buahan yang sudah masak 5 kg.

2. Tetes tebu, atau gula pasir  ¼ kg

Cara pembuatan :

1. Bahan ditumbuk atau diparut sampai menjadi bubur.

2. Ambil sari buahnya dengan cara disaring atau di peras.

3. Larutkan tetes tebu atau gula pasir.

4. Campur air perasan sari buah-buahan dengan larutan gula.

5. Simpan dalam wadah ditempat yang tidak terkana sinar matahari selama 2 minggu.

6. Bakteri 1 siap digunakan untuk membuat kompos.

2. Pembuatan Bakteri 2

Bahan

1. Air cucian beras 1 liter.

2. Bakteri 1 sebanyak 10 sendok makan.

3. Alkohol 40% atau air tape sebanyak 10 sendok  makan.

4. Cuka 10 sendok makan.

5. Gula pasir 1 ons.

Cara pembuatan :

1. Campur semua bahan  menjadi satu.

2. Simpan di dalam botol  tertutup selama 2 minggu dan tidak terkena sinar matahari.

3. Bakteri 2 siap digunakan.

Kegunaan :

1. Sebagai pupuk cair dan dapat  mengendalikan hama tanaman.

2. Bahan pembuat kompos.

3. Pembiakan Bakteri

Bahan :

1. Bakteri 1 liter

2. Daun (1-2 kg) dari tumbuhan yang tidak bergetah.

3. Terasi ½ kg dan campur dengan air secukupnya.

4. Gula pasir atau tetes tebu (pilih salah satu) sebanyak 1 kg dan larutkan dalam air.

5. Kotoran hewan 30 kg.

6. Air secukupnya.

Pembuatan :

1. Masukan kotoran hewan dan dedaunan  ke dalam drum.

2. Masukan  larutan gula, terasi dan larutan bakteri .

3. Tambahkan air hingga tergenang sambil diaduk-aduk

4. Tutup drum.

5. Setelah 8-10 hari pembiakan bakteri sudah selesai dan tutup drum dibukak.

6. Saring dan masukan ke dalam  wadah  atau  botol, simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

7. Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan 1-2  liter dan tambahkan air, terasi, larutan gula dengan perbandingan yang sama sambil diaduk-aduk dan tutup kembali wadah tersebut.

8. Setelah 8-10 hari bakteri sudah berkembang biak dan siap digunakan.

9. Lanjutkan pekerjaan tersebut hingga beberapa kali.

Kegunaan:

1.  Untuk membuat kompos.

2.  Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot

3.  Tidak boleh dicampur dengan bahan lain, terutama bahan kimia atau  bahan untuk pestisida.

B. SIAPKAN TANAMAN DALAM POT

Tanaman akan tumbuh subur dalam media tanam yang baik. Media tanam yang baik adalah media tanam yang dapat menyediakan sumber makanan bagi tanaman. Gunakan tanah yang gembur untuk media tanam, tanah yang gembur biasanya berwarna hitam, tidak lengket dan tidak menggumpal. Untuk mempermudah sirkulasi udara dalam media tanam, tanah dapat dicampur dengan arang sekam, akan lebih baik lagi jika tanah juga dicampur dengan kotoran hewan ternak yang telah kering.

Apabila media tanam telah siap, masukan media tanam kedalam pot. Menanam benih sayuran sebaiknya pada pagi atau sore. Pada musim hujan tanaman perlu diberi atap pelindung agar tidak kelebihan air. Media tanam yang becek akan menyebabkan sayuran menjadi mudah busuk.

C. APLIKASIKAN PUPUK ORGANIK YANG ANDA BUAT

Setelah tanaman dalam pot mulai tumbuh, aplikasikan pupuk organik yang telah dibuat. Pemberian pupuk organik dapat dilakukan satu minggu sekali. Ingat, jangan sampai media tanam terlalu basah dan lembab, hal tersebut dapat menyebabkan tanaman terserang jamur atau bakteri pengganggu.

Dengan cara diatas, anda dapat memproduksi sendiri sayuran organik. Selamat mencoba dan semoga sukses.

Sabtu

Cara Budidaya Tanaman Cengkeh

I. BUDIDAYA TANAMAN CENGKEH

A. Umum
Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa diguakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok. Produksi Cengkeh mempunyal peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatcin pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapotcin Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapaton lainnya untuk Tahun Anggaran 2001, yaitu sekitar Rp. 17,6 Trilyun atau 7,5 % bahkan target untuk Tahun Anggaran 2002, yaitu sekitar Rp. 22,3 Triliun dart Tahun 2003 sebesor 27 triliun dan penerimaan Negara don penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi
Besarnya cukai Rokok Kretek tergantung dan perkembangan produksi Rokok Kretek yang dihasilkan oleh Pabrik Rokok Kretek di Indonesia. Sedangkan produksi Rokok baik kuolitas moupun kuantitasnya akan sangat dipengoruhi oleh ketersediaan pasokon Cengkeh yang merupokan bohon baku utama produksi Rokok Kretek.

B. Persyaratan Tumbuh
- Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andoso.
- Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 – 6,5.
- Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 – 2.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu antara 25 – 34º C kelembaban (RH) 80 – 90 %.
- Ketinggian tempat yang optimal bagi pertumbuhan tanaman cengkeh berkisar antara 200 – 600 meter diatas permukaan laut (dpl).

C. Penanaman
1. Persiapan Lahan
- Pembersihan lahan yang dilanjutkan dengan pegolahan tanah.
- Pembuatan lubang tanam, ukuran yang biasa digunakan panjang, lebar dan kedalaman masing – masing berkisar antara 60 – 80 cm (60 X 60 X 60 cm atau 80 X 80 X 80 cm atau 80 X 80 X 60 cm)
- 2 minggu – 1 bulan sebelum tanam diberi pupuk kandang sebanyak 5 – 10 Kg/pohon.
- Untuk mengatur kelebihan air perlu dibuat saluran drainase yang cukup.
2. Jarak Tanam
- Jarak tanam yang biasa digunakan pada penanaman cengkeh tidak sama tergantung pada ketinggian dan kemiringan tanah. Jarak tanam yang biasa digunakan adalah sekitar 6 m x 7 m = 238 pohon, 7 m x 8 m = 178 pohon atau 8 m x 8 m = 156 pohon.
3. Pola Tanam
- Penanaman dilaksanakan pada awal musim hujan.
- Pola tanam campuran (polykuntur) dengan system tanam pagar, yaitu memperkecil jarak tanam dalam baris (Timur-Barat) misalnya 12 m x 5 m atau 14 m x 6 m sehingga tersedia ruangan untuk tanaman sela/campuran.
- Tanaman campuran dapat dilakukan pada tanaman yang belum produktif dan atau kurang produktif.


D. Pemeliharaan Tanaman.
Setelah bibit cengkeh ditanam ke lapangan tahap selanjutnya adalah pemeliharaan. Pada tanaman cengkeh, pemeliharaan merupakan periode yang panjang, yaitu selama tanaman yang diusahakan tersebut dianggap masih menguntungkan secara ekonomis.
1. Pengelolaan Lahan dan Tanaman.
Penggemburan Tanah dan Sanitasi Kebun.
- tanaman cengkeh umur 1 – 5 tahun merupakan periode yang kritis, sekitar 10 – 30 % tanaman yang telah ditanam dilapangan mengalami kematian atau perlu diganti/disulam karena berbagai sebab, seperti hama penyakit, kekeringan, kalah bersaing dengan gulma, atau penyebab lainnya.
- Penggemburan tanah disekeliling tanaman didaerah sekitar perakaran di cangkul dangkal (± 10 cm) sekurangnya 2 kali setahun, pad awal dan akhir musim hujan sekaligus sebagai persiapan pemupukan.
- Gulma/alang-alang harus dibersihkan sampai akar-akarnya dengan cangkul/garpu atau dengan penyemprotan herbisida.
1. Pengaturan Naungan
- Pada stadia awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan naungan yang cukup, berupa naungan buatan/sementara.
- Naungan buatan diadakan maksimal untuk dua periode musim kemarau setelah penanaman.
2. Penyulaman.
- Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, yaitu untuk menghindari kematian tanaman karena kekurangan air.
- Bibit sulaman yang dignakan berasal dari sumber benih dan umur yang tidak jauh berbeda dengan tanaman yang telah ditanam.
3. Penyiraman
- Pada awal pertumbuhan, tanaman cengkeh memerlukan kondisi tanah yang lembab, sehingga pada musim kemarau perlu adnya penyiraman.
- Pada tanaman dewasa penyiraman kurang diperlukan lagi, kecuali pada kondisi iklim ekstrim kering.
4. Pemasangan mulsa
- Untuk menjaga kelembaban tanah disekitar tanaman dan memberikan kondisi lebih baik bagi pertumbuhan akar.
- Dilakukan menjelang musim kemarau.
5. Pemupukan.
- tujuan pemupukan adalah untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan meningkatnya produksi cengkeh setelah panen.
- Berdasarkan pola penyebaran akarnya, penempatan pupuk pada tanaman cengkeh dilakukan dibawah proyeksi tajuk dan bagian dalam tajuk.
- Jenis pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dan pupuk anorganik, baik tunggal maupun berupa pupuk majemuk dalam bentuk butiran maupun tablet.
- Pupuk anorganik berbentuk butiran (Urea, TSP/SP-36, KCI, Kieserit) diberikan pada proyeksi tajuk 2/3 bagian dan 1/3 bagian dibawah bagian dalam tajuk yang dilakukan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir menjelang musim hujan.
- Pupuk anorganik berbentuk tablet, diberikan dalam 8 lubang tugal (4 lubang dibawah proyeksi tajuk dan 4 lubang tual dibawah tajuk bagi andalam) sedalam 10 – 15 cm. Pupuk tablet hanya diberikan setahun sekali, yaitu pada awal musim hujan.
- Dosis umum tanaman cengkeh bentuk butiran maupun tablet adalah sebagai berikut :

Dosis Umum Pemupukan Tanaman Cengkeh Muda
Umur
Tanaman
(Tahun) Pupuk Butiran
(kg/pohon/tahun) Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
1 0,06 0,045 0,035 0,035 0,02
2 0,12 0,080 0,075 0,080 0,03
3 0,25 0,15 0,12 0,10 0,04
4 0,40 0,25 0,20 0,15 0,05
5 0,60 0,40 0,40 0,20 0,06
6 0,90 0,60 0,60 0,25 0,08
7 1,25 0,90 0,90 0,30 0,10
8 1,75 1,25 1,10 0,40 0,15
9 2,00 1,50 1,30 0,50 0,20
Keterangan :
Pupuk Butiran diberikan 2 kali/tahun, awal MH dan akhir MH
Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, awal MH
Sumber : Memproduktifkan cengkeh, tanaman tua, tanaman telantar,
Agus Ruhnayat,2002.

Sedangkan dosis pupuk anorganik pada intensifikasi tanaman cengkeh dewasa, sebagai berikut :
Umur
Tanaman
(Tahun Pupuk Butiran
(Kg/pohon/tahun)
Pupuk Tablet
/(PMLT)
(kg/phn/th)
Urea TSP KCI Kieserit NPKCaMg
10 3,90 0,80 2,00 0,80 0,40
11 4,30 0,80 2,10 0,90 0,40
12 4,70 1,00 2,40 1,00 0,40
13 5,00 1,00 2,60 1,00 0,40
14 5,40 1,00 2,90 1,10 0,40
15 5,80 1,00 3,00 1,10 0,40
16 6,00 1,00 3,00 1,20 0,60
17 6,40 1,20 3,40 1,20 0,60
18 6,70 1,20 3,60 1,30 0,60
19 6,90 1,20 3,80 1,30 0,60
20 7,20 1,20 3,90 1,30 0,60
21 7,50 1,20 4,10 1,30 0,80
22 7,60 1,30 4,20 1,30 0,80
23 7,60 1,30 4,30 1,30 0,80
24 8,00 1,30 4,50 1,60 0,80
25 8,10 1,30 4,60 1,60 0,80
26 8,20 1,30 4,70 1,70 1,00
27 8,40 1,60 4,90 1,70 1,00
28 8,50 1,60 5,00 1,90 1,00
29 8,60 1,60 5,00 1,90 1,00
30 8,80 1,60 5,10 2,00 1,00
> 30 9,10 1,90 5,40 2,10 1,30
Keterangan :
- Pupuk butiran diberikan 2 kali/tahun, yaitu 3-4 bulan
Menjelang pembentukan bakal bunga (awal musim kemarau)
Dan 3 bulan setelah pembentukan bakal bunga.
- Pupuk PMLT diberikan 1 kali/tahun, yaitu 3 – 4 bulan
Menjelang pembentukan baal bunga.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit.
Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman cengkeh, bahkan pada serangan berat dapat menyebabkan kematian.
Hama yang umum menyerang tanaman cengkeh adlah penggerek, perusak pucuk, perusak daun dan perusak akar. Sedangkan penyakit yang sering menyerang antara lain : Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC), Cacar Daun Cengkeh (CDC), Die back (mati ranting), embun jelaga.
Untuk pengendaliannya dapat digunakan insektisida/fungisida sesuai anjuran.

E. Panen
Produk utama tanaman cengkeh adalah bunga, yang pada waktu dipanen kadar airnya berkisar antara 60 – 70 %. Waktu yang paling baik untuk memetik cengkeh adalah sekitar 6 bulan setelah bakal bunga timbul, yaitu setelah satu atau dua bunga pada tandanya mekar dan warna bunga menjadi kuning kemerah-merahan dengan kepala bunga masih tertutup, berisi dan mengkilat.
Pemungutan bunga cengkeh dilakukan dengan cara memetik tangkai bunga dengan tangan, kemudian dimasukkan kedalam kantong kain atau keranjang yang telah disiapkan, menggunakan tangga segitiga atau galah dari bambu, serta tidak merusak daun disekitarnya pada waktu pemetikan. Waktu panen sangat berpengaruh terhafdap rendemen dan mutu bunga cengkeh serta miyak atsirinya.
Saat pemetikan bunga cengkeh yng tepat yaitu apabila bunga sudah penuh benar tetapi belum mekar, pemetikan yang dilakukan saat bunga cengkeh masih muda (sebelum bunga masak) akan menghasilkan bunga cengkeh kering yang keriput, kandungan minyak atsirinya rendah dan berbau langu (tidak enak). Sedangkan apabila pemetikan terlambat (bunga sudah mekar) setelah dikeringkan akan diperoleh mutu yang rendah, tanpa kepala serta rendeman rendah.

F. Penanganan Bunga Cengkeh
Sebelum dikeringkan, bunga cengkeh dipisahkan dari tangkai/gagang dan dikeringkan secara terpisah. Pada tahap ini dilakukan pemisahan antara bunga cengkeh yang baik, bunga yang terlalu tua dan yang terjatuh, setelah itu bunga cengkeh segera dikeringkan.
Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dipanas matahari langsung atau menggunakan pengering buatan.
- Bunga cengkeh yang akan dijemur dihamparkan pada alas tikar, anyaman bambu (giribig) atau plastik, atau pada lantai jamur yang diberi alas plastik.
- Selama proses pengeringan cengkeh dibolak-balik agar keringnya merata.
- Proses pengeringan dianggap selesai apabila warna bunga cengkeh telah berubah menjadi coklat kemerahan, mengkilat, mudah dipatahkan dengan jari tangan dan kadar air telah mencapai sekitar 10 – 12 %.
- Lamanya waktu penjemuran dibawah sinar matahari sekitar 3 – 4 hari.


sumber:
Tahun : 2007
Penulis: Dinas Perkebunan
Publisher: Dinas Perkebunan

Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot

Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot tidaklah susah, sama seperti kita memelihara tanaman lainnya. Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot tidak ubahnya seperti kita menanam bunga, dari memilih benih atau bibit bunga, kemudian menyiapkan media tanamnya yaitu wadah plastik (polybag) atau pot dan tanahnya yang dicampur pupuk organik atau pupuk kandang. serta menanam bibit bunga dan merawatnya hingga menghasilkan bunga yang diinginkan. Ikuti Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot yang saya lakukan yang sebelumnya belum pernah menanam cabai rawit tetapi sekarang cabai rawit itu telah berbuah sempurna.

Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot yang saya terapkan berawal dari sebuah riset sederhana, di mana ketika kita hidup di perkotaan atau hidup di perumahan yang lahan nya sempit dan terbatas kita bisa melihat berbagai tumbuhan baik tanaman bunga atau tanaman buah jarang sekali diserang penyakit. Hal ini berbalik 180 derajat ketika saya pulang kampung di mana tanaman apa pun jenisnya pasti akan diserang penyakit, seperti pohon mangga yang tumbuh di samping rumahku di kampung batangnya tidak pernah normal karena diserang hama penggerek batang namanya, jadi batangnya atau dahannya selalu patah dan lama-lama pohonnya kan mati. Kemudian saya memilih tanaman cabai rawit karena buah yang satu ini tidak akan terlepas dari kehidupan manusia, dan harganya kadang-kadang menjadi isue yang hot sesuai dengan rasanya, intinya tumbuhan ini vital bagi kehidupan saya dan para pencinta gorengan.

Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot saya lakukan dalam beberapa tahapan :

  1. Saya membaca beberapa referensi dari internet dan juga melihat video berbagai teknik atau Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot di youtube.
  2. Membeli benih ditoko pertanian, jika kita awam jangan sungkan-sungkan bertanya atau berkonsultasi dengan pemilik kios penjual alat , obat dan benih-benih pertanian, cari benih yang unggul.
  3. Sambil membeli benih kita juga bisa membeli alat-alat yang kita butuhkan seperti plastik polybag untuk penyemaian benih dan penanaman cabai rawit, pupuk anorganik, alat penyemprot hama dan juga obatnya.
  4. Menyemai benih cabai rawit dengan menggunakan polybag yang kecil.
  5. Sambil menunggu bibit cabai rawit berumur sekitar 3 – 6 minggu kita menyiapkan tempat penanaman dalam polybag besar.
  6. Setelah bibit cabai rawit siap tanam, maka kita pasang sanitasi atau cara pengairan menggunakan pipa dan selang yang terhubung dengan bak penampungan air.
  7. Masa perawatan adalah masa yang sangat menyenangkan dan membosankan, karena kita harus rajin menyirami dan juga memberantas hama yang menyerang.
  8. Perawatan Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot dengan proses yang baik akan menghasilkan panen yang maksimal.


Cara Budidaya Cabai Rawit dalam Polybag atau Pot bisa anda coba, jika anda mau berhenti membeli cabai yang harganya kadang menguras kantong.

Cara Budidaya Padi Sawah dan Darat

 SEJARAH TANAMAN PADI

Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua Koenig dan Oryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii Roschev dan Oryza glaberima Steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim  ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan basil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika. 


ARTI PENTING DAN MANFAAT PADI BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Meskipun padi dapat digantikan oleh makanan lainnya, namun padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain. Padi adalah salah satu bahan makanan yang mengandung gizi dan penguat yang cukup bagi tubuh manusia, sebab didalamnya terkandung bahan yang mudah diubah menjadi energi. Oleh karena itu padi disebut juga makanan energi.

Menurut Collin Clark Papanek, nilai gizi yang diperlukan oleh setiap orang dewasa adalah 1821 calori yang apabila disetarakan dengan beras maka setiap hari diperlukan beras sebanyak 0,88 kg. Beras mengandung berbagai zat makanan antara lain: karbohidrat, protein, lemak, serat kasar, abu dan vitamin.

Disamping itu beras mengandung beberapa unsur mineral antara lain: kalsium, magnesium, sodium, fosphor dan lain sebagainya. 

SYARAT TUMBUH

Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500 -2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C.

Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 -1500 m dpl. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 -22 cm dengan pH antara 4 -7.

BERCOCOK TANAM PADI

Padi dibudidayakan dengan tujuan mendapatkan hasil yang setinggi-tinginya dengan kualitas sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka, tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Tanaman yang sehat ialah tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Sedangkan  tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan.

PADI SAWAH

Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa  dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi. 

1.  PERSEMAIAN

Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai. 

a.   Penggunaan benih

- Benih unggul

- Bersertifikat

- Kebutuhan benih 25 -30 kg / ha

b. Persiapan lahan untuk persemaian

- Tanah harus subur

- Cahaya matahari

- Pengairan

- Pengawasan

c.   Pengolahan tanah calon persemaian

- Persemaian kering

- Persemaian basah

- Persemaian sistem dapog

Persemaian Kering

Persemaian kering biasanya dilakukan pada tanah-tanah remah, banyak terdapat didaerah sawah tadah hujan. Persemaian tanah kering harus

dilakukan dengan baik yaitu : 

-  Tanah dibersihkan dari rumput clan sisa -sisa jerami yang masih tertinggal, agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit. 

-   Tanah dibajak atau dicangkul lebih dalam dari pada apa yang dilakukan pada persemaian basah, agar akar bibit bisa dapat memasuki tanah lebih dalam, sehingga dapat menyerap hara lebih banyak. 

-    Selanjutnya tanah digaru  Areal persemaian yang tanahnya sempit dapat dikerjakan dengan cangkul, yang pada dasarnya pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, agar tanah menjadi gembur.

Ukuran bedengan persemaian : 

- Panjang bedengan : 500 -600 cm atau menurut kebutuhan, akan tetapi 

perlu diupayakan agar bedengan tersebut tidak terlalu panjag

-  Lebar bedengan 100 -150 cm

- Tinggi bedengan  20 -30 cm 

Diantara kedua bedengan yang berdekatan selokan, dengan ukuran lebar

30-40 cm. Pembuatan selokan ini dimaksud untuk mempermudah : 

-  Penaburan benih dan pencabutan bibit 

-  Pemeliharaan bibit dipersemaian meliputi :

¬ Penyiangan

¬ Pengairan

¬ Pemupukan

¬ Pemberantasan hama dan penyakit

Persemaian diupayakan lebih dari 1/25 luas sawah yang akan ditanami, penggunaan benih pada persemaian kering lebih banyak dari persemaian basah.

Persemaian Basah

Perbedaan antara persemaian kering dan basah terletak pada penggunaan air. Persemaian  basah, sejak awal  pengolahan tanah telah membutuhkan genangan air. Fungsi genangan air : 

- Air akan melunakan tanah 

- Air dapat mematikan tanaman pengganggu ( rumput ) 

- Air dapat dipergunakan untuk memberantas serangga pernsak bibit 

Tanah yang telah cukup memperoleh genangan air akan menjadi lunak, tanah yang sudah lunak ini diolah dengan bajak dan garu masing-masing 2 kali. Namun sebelum pengolahan tanah harus dilakukan perbaikan pematang terlebih dahulu, kemudian petak sawah dibagi menurut keperluan. Luas persemaian yang digunakan 1/20 dari areal pertanaman yang akan ditanami.

Sistem Dapog

Di Filipina telah dikenal cara  penyemaian dengan sistem dapog, sistem tersebut di Kabupaten Bantul telah  dipraktekan di Desa Pendowoharjo, Sewon.

Cara penyemaian dengan sistem dapog :

-  Persiapan persemaian seperti pada persemaian basah 

-  Petak yang akan ditebari benih ditutup dengan daun pisang 

-  Kemudian benih ditebarkan diatas daun pisang, sehingga pertumbuhan   benih dapat menyerap makanan dari putik lembaga

-  Setiap hari daun pisang ditekan sedikit demi sedikit kebawah 

-  Air dimasukan sedikit demi sedikit hingga cukup sampai hari ke 4 

-  Pada umur 10 hari daun pisang digulung dan dipindahkan  kepersemaian yang baru atau tempat penanaman disawah

d.   Penaburan benih 

Perlakuan sebagai upaya persiapan Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud : 

- Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus dibuang

-  Agar terjadi proses tisiologis 

Proses tisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan mempercepat proses tisiologis

Lama perendaman benih 

Benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian diperam  ( sebelumnya ditiriskan atau dietus )

Lamanya pemeraman 

Benih diperam selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih berkecambah. 

Pelaksanaan menebar benih 

Hal- hal yang hams diperhatikan dalam menebar benih adalah : 

- Benih telah berkecambah dengan panjang kurang lebih 1 mm

- Benih tersebar rata 

- Kerapatan benih harus sama

e.   Pemeliharaan persemaian

1)  Pengairan 

Pada pesemaian secara kering

Pengairan pada pesemaian kering dilakukan dengan cara mengalirkan air keselokan yang berada diantara bedengan, agar terjadi perembesan sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung, meskipun dalam hal ini sering kali ditumbuhi oleh tumbuhan pengganggu atau rumput. Air berperan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tanaman  pengganggu / rumput. Perlu diketahui bahwa banyaknya air  dan kedalamanya merupakan faktor yang memperngaruhi perkembangan semai, terutama pada pesemaian yang dilakukan secara basah. 

Pada pesemaian basah

Pengairan pada pesemaian basah dilakukan dengan cara sebagai berikut :

-  Bedengan digenangi air selama 24 jam

-  Setelah genagan itu berlangsung  selama 24 jam, kemudian air

dikurang hingga keadakan macak-macak (nyemek-nyemek), kemudian benih mulai bisa disebar Pengurangan air pada pesemaian hingga keadaan air menjadi macakmacak ini, dimaksudkan agar benih  yang disebar dapat merata dan mudah melekat ditanah sehingga akar mudah masuk kedalam tanah. 

-    Benih tidak busuk akibat genagan air 

-  Memudahkan benih bernafas / mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga proses perkecambahan lebih cepat

-    Benih mendapat sinar matahari secara langsung 

Agar benih dalam bedengan tidak hanyut, maka air harus diatur sesuai dengan keadaan, misalnya : bila akan terjadi hujan maka bedengan perlu digenangi air, agar benih tidak hanyut. Penggenangan air dilakukan lagi pada saat menjelang pemindahan bibit dari pesemaian kelahan pertanaman, untuk memudahkan pencabutan.

2)  Pemupukan dipersemaian

Biasanya unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar ialah unsur hara makro. Sedangkan pupuk buatan / anorganik seperti Urea, TSP dll diberikan menjelang  penyebaran benih dipesemaian, bila perlu diberi zat pengatur tumbuh. Pemberian zat pengatur tumbuh pada benih dilakukan menjelang benih disebar. 

2.   PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN TANAH SAWAH

Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan  tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :

a. Pembersihan 

b. Pencangkulan 

c. Pembajakan 

d. Penggaruan 

a.   Pembersihan  - Selokan-selokan perlu dibersihkan

- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos 

b.   Pencangkulan

Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak

c. Membajak 

-  Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah 

- Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput ( jerami ) sehingga akhirnya membusuk. 

-  Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah 

d.  Menggaru 

-  Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah

-  Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah 

- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar 

-  Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan ¾ Permukaan tanah menjadi rata  ¾ Air yang merembes kebawah menjadi berkurang

-Sisa tanaman atau rumput akan terbenam  ¾ Penanaman menjadi mudah  ¾ Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenam 

3.  PENANAMAN

Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :

a.  Persiapan lahan

b.  Umur bibit 

c.  Tahap penanaman 

a.   Persiapan lahan

Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi. 

b.  Umur bibit 

Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit

c.  Tahap penanaman 

Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu

1.  Memindahkan bibit

2.  Menanam

1)  Memindahkan bibit  Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis padinya, genjah / dalam ) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan. 

Syarat -syarat bibit yang siap dipindahkan ke sawah :

- Bibit telah berumur 17 -25 hari

- Bibit berdaun 5 -7 helai 

- Batang bagian bawah besar, dan kuat

-  Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama)

-  Bibit tidak terserang hama dan penyakit  Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah ada yang mempunyai anakan.

2)  Menanam

Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah : 

a. Sistim larikan ( cara tanam ) 

b. Jarak tanam 

c.  Hubungan tanaman 

d. Jumlah tanaman tiap lobang 

e. Kedalam menanam bibit 

f.  Cara menanam

a)  Sistim larikan ( cara tanam ) 

-  Akan kelihatan rapi 

-  Memudahkan pemeliharaan terutama dalam  penyiangan 

-  Pemupukan, pengendalian hama dan penyakit akan lebih baik dan cepat 

-  Dan perlakuan-perlakuan lainnya 

-  Kebutuhan bibit / pemakaian benih bisa diketahui  dengan mudah 

b)  Jarak tanam 

Faktor yang ikut menentukan jarak tanam pada tanaman padi, tergantung pada :

- .Jenis tanaman 

-  Kesuburan tanah 

-  Ketinggian tempat / musim

-  Jenis tanaman 

Jenis padi tertentu dapat menghasilkan banyak anakan. Jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih besar, sebaliknya jenis padi yang memiliki jumlah anakan sedikit memerlukan jarak tanam yang lebih sempit. 

-  Kesuburan tanah

Penyerapan hara oleh akar tanaman padi akan mempengaruhi penentuan jarak tanam, sebab perkembangan akar atau tanaman itu sendiri pada tanah yang subur lebih baik daTi  pada perkembangan akar / tanaman pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu jarak tanam yang dibutuhkan pada tanah yang suburpun akan lebih lebar daTi pada jarak tanam padah tanah yang jurang subur. 

-  Ketinggian tempat. 

Daerah yang mempunyai ketinggian tertentu seperti daerah pegunungan akan memerlikan jarakn tanam yang lebih rapat dari pada jarak  tanam didataran rendah, hal ini berhubungan erat dengan penyediaan air. Tanaman padi varietas unggul memerlukan jarak tanam 20 x 20 cm pada musim kemarau, dan 25 x 25 cm pada musim hujan.

c)  Hubungan tanaman 

Hubungan tanaman berkaitan dengan jarak tanam.

Hubungan tanaman yang sering diterapkan ialah : 

- Hubungan tanaman bujur sangkar ( segi empat )

- Hubungan tanaman empat persegi panjang.

-  Hubungan tanaman 2 baris. 

d)  Jumlah tanaman ( bibit ) tiap lobang. 

Bibit tanaman yang baik sangat menentukan penggunaannya pada setiap lubang. Pemakian bibit tiap lubang antara 2 -3 batang 

e)  Kedalaman penanaman bibit 

Bibit yang ditanam terlalu dalam / dangkal menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik, kedalam tanaman yang baik 3 -4 cm. 

f)  Cara menanam 

Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak. 

4    PEMELIHARAAN

Meliputi : 

a. Penyulaman dan penyiangan

b. Pengairan 

c. Pemupukan

a.   Penyulaman dan penyiangan. 

Yang harus diperhatikan dalam penyulaman : 

-  Bibit yang digunakan harus jenis yang sama

-  Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu

-  Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam. 

-  Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan. 

b.  Pengairan 

Pengairan disawah dapat dibedakan : 

-  Pengairan secara terns menerus 

-  Pengairan secara piriodik 

c.  Pemupukan 

Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa :

-  Pupuk alam ( organik ) 

-  Pupuk buatan ( an organik ) 

Dosis pupuk yang digunakan : 

-  Pupuk Urea 250 -300 kg / ha

-  Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha

-  Pupuk KCI 50 -100 kg / ha 

-  Atau disesuaikan dengan analisa tanah 

Demikian informasi tentang budidaya tanaman padi semoga membantu informasi yang anda butuhkan untuk bertanam padi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Mita Bibit